Belajar dari Biennale Equator #5: Sekali Melihat, Dua Kali Memahami
Potret salah satu karya dalam Pameran Biennale Equator #5: Do we live in the same playground? Biennale Jogja XV 2019 Equator #5 ‘Indonesia Bersama Asia Tenggara’. Membaca kalimat itu menunjukkan bahwa Biennale kali ini menggandeng negara-negara yang memiliki karakteristik sama—negara dunia ketiga. Kesan tersebut diperkuat dengan konsep ‘pinggiran’ yang ternyata memang diusung sebagai tema payung Biennale kali ini. Acara yang diselenggarakan dua tahunan ini seolah ingin menjelaskan secara implisit terkait isu-isu yang terjadi di Asia Tenggara. Mungkin, alasan digandengnya Asia Tenggara dalam Biennale Jogja ini seolah ingin menunjukkan bahwa yang namanya ‘pinggiran’ itu sangat lekat dengan Asia Tenggara. Lantas, mengapa Asia Tenggara? Apakah hanya Asia Tenggara saja yang dapat dikatakan sebagai ‘pinggiran’? Tentunya akan terdapat banyak jawaban variatif untuk menjawab pertanyaan ini. Mari kita melihat dari sudut pandang saya, kebanyakan negara-negara yang termasuk Asia Teng...